Pramuka Kembangkan Unit Bisnis Taman Bunga

Humas Kwarnas
SIARAN PERS


Jakarta — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berencana memberdayakan Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta Timur agar terjadi peningkatan pendapatan. Untuk merealisir rencana tersebut, Kwartir Nasional menggandeng konsorsium perusahaan swasta nasional. “Tidak ada alih fungsi kepemilikan,” kata Ketua Kwartir Nasional Prof. Dr. dr…. Azrul Azwar, MPH, Sabtu (28/4).

Rencana pengembangan bisnis pada lahan seluas 19 hektar itu telah disampaikan Kwartir Nasional dalam forum Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka yang berlangsung di Cibubur. Rapat yang diadakan Jumat (27/4) ini dihadiri seluruh pimpinan Kwartir Daerah seluruh Indonesia.

Taman Rekreasi Wiladatika atau yang dikenal publik sebagai Taman Bunga, sudah sejak tahun 1980-an dijadikan unit bisnis oleh pimpinan Kwartir Nasional. Lokasinya kini bersebelahan dengan Mal Cibubur Junction. Pada lahan ini dibangun taman bunga, kebun pembibitan, kolam renang, lapangan tenis dan tempat pertemuan serta penginapan yang disewakan. Selain itu juga kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka.

Di seberang TRW, yang dipisahkan oleh jalan tol Jagorawi, terdapat Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) seluas 216 hektar. Bumi Perkemahan, kata Azrul, tetap berfungsi sebagai sarana untuk pendidikan kepramukaan dan kegiatan di alam terbuka. “Kami tidak menswastakan dan mem-bisniskan lokasi ini,” kata Azrul yang menjadi Guru Besar Universitas Indonesia.

Konsorsium perusahaan swasta rencananya akan membangun hotel, pusat perbelanjaan, balai pertemuan dan fasilitas rekreasi dengan skema BOT (built, operation and transfer). Selama 30 tahun mereka akan mengoperasikan fasilitas ini dan kemudian menyerahkannya kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Setiap tahun Kwarnas mendapat dana Rp 5 miliar – 25 miliar tiap tahunnya, hingga masa kerja sama selesai.

Selain itu, konsorsium akan membangun kantor Pusdiklatnas yang baru dan fasilitasnya di Bumi Perkemahan Cibubur, berdekatan dengan danau. Fasilitas modern dalam “New Pusdiklatnas” itu antara lain ruang pertemuan besar, kelas-kelas, laboratorium, museum dan penginapan.

Menurut Azrul, pemberdayaan TRW dimaksudkan juga untuk lebih memandirikan Gerakan Pramuka dalam hal pendanaan. Memang pada waktu Orde Baru ada alokasi dana APBN dan APBD kepada organisasi pramuka di pusat dan daerah. Namun sejak tahun 1998, kebijakan tersebut tidak ada lagi. Baru mulai 2006 ada dana APBN untuk kwartir nasional dan APBD pada sejumlah kwrtir daerah. Namun hal ini tergantung political will pejabat dan politisi. sumber humas kwarnas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: